Wednesday, September 10, 2008

Memelihara kura-kura Brazil





Kura-kura brazil adalah salah satu kura-kura air yang sudah populer dipelihara. Kura-kura brazil juga dikenal sebagai kura-kura red-ear slider atau latinnya trachemys scripta elegans Pada lembar pemeliharaan ini, pemeliharaan umum akan dibahas untuk jenis spesies ini. Pencarian/riset yang lebih lanjut sangat penting untuk membangun rencana perawatan yang terbaik untuk spesies yang dipelihara.

Pemeliharan Dalam Ruangan (Indoor)

Bentuk akomodasi dalam ruangan yang paling berguna adalah aquarium. Untuk anakan kura-kura, kedalaman air dianjurkan antara 7,5 cm sampat 15 cm dengan batu batuan untuk daerah kering untuk berjemurnya. Ukuran aquarium yang sesuai untuk anakan adalah 60 cm atau 75 cm x 30 cm. Waktu kura-kura telah tumbuh besar, habitatnya pun harus diganti yang lebih besar. Kura-kura brazil adalah perenang yang baik jadi kedalaman air tidak menjadi faktor penting setelah mereka dewasa. Kedalaman 20 cm sampai 60 cm cukup untuk kura-kura antara 10 cm dan kura-kura dewasa.
  • Air. Kualitas air sangat penting bagi kura-kura air. Banyak masalah yang terjadi pada kura-kura air dapat dihindari jika pemelihara memanfaatkan sedikit waktu dan uang untuk merancang dan membeli sistem filter untuk kura-kuranya. Untuk kura-kura dewasa, kami menganjurkan untuk menggunakan filter tabung(canister) sebab mereka mudah dibersihkan dan memberi kualitas filter air yang baik. Anakan kura-kura mungkin agak sukar karena airnya yang dangkal. Maka dari itu spon filter atau powerhead filter dapat digunakan untuk air yang dangkal. Sering mengganti air menjadi suatu keharusan atau kewajiban.

  • Lampu. Lampu reflector sebaiknya dipakai sebagai fasilitas jemur (basking). Reflector ini sebaiknya diposisikan untuk menyediakan basking spot 32 derajat Celcius pada satu daerah di habitatnya. Habitatnya juga sebaiknya dilengkapi dengan lampu fluorescent spektrum penuh untuk memberikan UVB. Sumber UVB diperlukan untuk sintesa Vitamin D3 yang diperlukan dalam metabolisma kalsium. Lampu Mercury Vapor juga dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan akan kehangatan dan sinar UV. Tanaman air atau tanaman plastik dianjurkan untuk memberikan rasa aman dan tempat persembunyiannya.

Pemeliharaan Luar Rumah (Outdoor)

Habitat anti pemangsa memberikan bermacam keuntungan dibanding akomodasi dalam ruangan dan sebaiknya dipikirkan sebagai pilihan di cuaca yang hangat.
Kolam dapat dibuat di lingkungan yang aman untuk membuat habitat luar rumah lebih nyaman. Kolam yang lebih besar dapat memakai filter untuk memberikan tempat tinggal yang spetakuler bagi kura-kura anda.

  • Makanan. Hati-hati jangan memberi makan yang berlebihan. Untuk kura-kura dewasa dianjurkan hanya memberi makanan 2 sampai 3 kali perminggu dan setiap hari atau setiap dua hari untuk kura-kura anakan yang sedang tumbuh cepat. Slider akan mengkomsumsi sayuran, sayuran hijau seperti green mustard, turnip hijau, dandelion, bayam, wortel, zucchini dan tanaman air seperti duckweed, water lettuce, water hyacint dsb. Mereka juga mengkonsumsi serangga, cacing, dan ikan. Banyak makanan kura-kura komersial yang ada di pasaran sudah menjadi makanan yang sangat baik untuk kura-kura slider.
  • Suplemen. Suplemen kalsium tambahan sangat penting. Kalsium bubuk dapat ditaburkan di makanan. Pemeliharan dianjurkan menggunakan suplemen kalsium dengan vitamin D3 jika hewannya dipelihara dalam ruangan(indoor) dan kalsium tanpa vitamin D3 jika dipelihara di luar rumah(outdoor). Penyediaan tulang sotong(cuttlefish bone) juga dianjurkan untuk dapat digerogoti

Tuesday, September 9, 2008

Kura-kura Brazil Dibudidayakan di Buleleng

Pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Buleleng cukup variatif. Tidak saja memproduksi ikan hias yang sudah dikenal, namun pembudidaya di Bali Utara kini menemukan satu produksi budi daya ikan air tawar yang belum dibudidayakan di daerah lain.

Kura-kura Brazil merupakan salah satu hasil budi daya yang dirintis para pembudidaya ikan air tawar di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Kura-kura Brazil ini mulai dibudidayakan baru satu tahun lalu oleh kelompok Intensifikasi Pembenihan Perikanan Rakyat (Inperak) Uma Ayu.

Menurut Ketua Imperak Uma Ayu, Komang Surya Adnyana awalnya ia hanya mencoba untuk memproduksi kura-kura Brazil. Saat itu ia meminjam induk yang dimiliki rekannya sesama profesi untuk mendapatkan bibit kura-kura Brazil.

Setelah berhasil memiliki bibit ternyata kura-kura Brazil tumbuh dengan normal. Untuk pakannya sehari-hari menggunakan pakan yang sudah jadi (pelet). Selain itu sewaktu-waktu perlu juga diberikan pakan lain berupa ikan-ikan kecil.

‘’Saya coba membaca kebutuhan pasar dan untuk kura-kura Brazil ini memang produksi baru dan permintaan lumayan,’’ kata Komang Surya Adnyana ditemui di arena Peda XXII KTNA Bali di lapangan Desa Sudaji, Kecamatan Sawan.

Lebih jauh Komang Surya Adnyana menjelaskan, kura-kura Brazil memiliki kelebihan dibandingkan dengan kura-kura lokal. Kelebihan itu terdapat pada warna yang menarik pada tiap lekuk tubuh kura-kura Brazil.

Seperti pada cangkang warnanya sangat menarik dan bercampur dua warna hijau dan merah. Jika kura-kura lokal warna tubuhnya hanya satu warna saja yakni hitam ataupun coklat.

Keindahan warna dan mudahnya pemeliharaan ini membuat penggemar ikan hias banyak yang memesan kura-kura Brazil. Tak hanya itu ada kepercayaan bahwa kura-kura Brazil ini bermanfaat sebagai penolak tuyul.

‘’Untuk medianya tetap pakai akuarium cuma tidak diisi air. Akuarium cukup diisi pasir putih kemudian diisi dedaunan yang hijau yang sewaktu-waktu untuk pakan tambahan,’’ jelasnya.

Bagimana dengan harga jual kura-kura Brazil? Komang Surya Adnyana mengatakan harga kura-kura Brazil yang sudah cukup umur Rp 20.000 per ekor.

Rata-rata setiap bulan ia harus menyiapkan kura-kura Brazil untuk konsumen hingga puluhan ekor. Permintaan kura-kura Brazil ini sulit ditebak pada situasi tertentu permintaan mendadak ramai, tetapi entah kenapa permintaan turun.

Masalah seperti ini baginya tidak masalah dalam dunia bisnis ikan hias. Cuma bagimana pelaku bisnis ini bisa berinovasi untuk menghasilkan jenis budi daya yang memang baru dan dibutuhkan para penggemar ikan hias.

Hasilnya sementara cukup untuk menambah koleksi budi dayanya di samping ikan hias yang sudah dikenal seperti koi, koki, komet, dan lainnya. ‘’Pelan tapi pasti jenis budi daya terbaru dari saya akan dikenal dan bisa menambah penghasilan saya,’’ ucapnya bangga. *mud

Monday, September 8, 2008

Yang Unik Dari Kura-kura Brazil


Reptil yang banyak dipelihara orang salah satunya adalah jenis Kura-kura. Kura-kura memang memiliki banyak jenis, namun yang paling sering kita lihat adalah jenis Kura-kura Brazil.

Bentuknya yang lucu dan imut tersebut merupakan ciri khas yang tersendiri dari kura-kura tersebut. Akan tetapi yang lebih menarik adalah pada proses pemenetasan Kura-kura Brazil yang sangat unik jika dilihat lebih lanjut.

Seperti hewan-hewan Reptil lainnya, Kura-kura Brazil ini juga berkembang biak dengan cara bertelur. Dimana dalam sekali bertelur, dapat mencapai 25 hingga 40 butir telur yang akan ditanam dan diletakan di dalam lumpur atau tanah yang lembut.

Musim bertelur untuk Kura-kura Brazil ini adalah pada sekitar bulan Agustus hingga September atau pada awal musim penghujan.

Setelah kurang lebih selama 3 minggu telur tersebut berada di dalam tanah, maka saatnya telah tiba bagi kura-kura ini untuk keluar dari cangkangnya.

Cara dia keluar pertama kali adalah kepala dan diikuti dengan kedua kaki depannya. Kemudian secara perlahan-lahan, ia bergerak keluar dan terbebas dari cangkang tersebut.

Setelah Kura-kura Brazil tersebut terbebas, maka ia segera mencari perairan sebagai habitat dari Kura-kura Brazil tersebut. Proses ini memang sangat langka sehingga jarang dijumpai.


Sunday, September 7, 2008

Tips Pemeliharaan Kura-kura Brazil

Kura-kura brazil adalah salah satu kura-kura air yang sudah populer dipelihara. Kura-kura brazil juga dikenal sebagai kura-kura red-ear slider atau latinnya trachemys scripta elegans Pada lembar pemeliharaan ini, pemeliharaan umum akan dibahas untuk jenis spesies ini. Pencarian/riset yang lebih lanjut sangat penting untuk membangun rencana perawatan yang terbaik untuk spesies yang dipelihara.
Pemeliharan Dalam Ruangan (Indoor)

Bentuk akomodasi dalam ruangan yang paling berguna adalah aquarium. Untuk anakan kura-kura, kedalaman air dianjurkan antara 7,5 cm sampat 15 cm dengan batu batuan untuk daerah kering untuk berjemurnya. Ukuran aquarium yang sesuai untuk anakan adalah 60 cm atau 75 cm x 30 cm. Waktu kura-kura telah tumbuh besar, habitatnya pun harus diganti yang lebih besar. Kura-kura brazil adalah perenang yang baik jadi kedalaman air tidak menjadi faktor penting setelah mereka dewasa. Kedalaman 20 cm sampai 60 cm cukup untuk kura-kura antara 10 cm dan kura-kura dewasa.
Air

Kualitas air sangat penting bagi kura-kura air. Banyak masalah yang terjadi pada kura-kura air dapat dihindari jika pemelihara memanfaatkan sedikit waktu dan uang untuk merancang dan membeli sistem filter untuk kura-kuranya. Untuk kura-kura dewasa, kami menganjurkan untuk menggunakan filter tabung(canister) sebab mereka mudah dibersihkan dan memberi kualitas filter air yang baik. Anakan kura-kura mungkin agak sukar karena airnya yang dangkal. Maka dari itu spon filter atau powerhead filter dapat digunakan untuk air yang dangkal. Sering mengganti air menjadi suatu keharusan atau kewajiban.
Image Lampu

Lampu reflector sebaiknya dipakai sebagai fasilitas jemur (basking). Reflector ini sebaiknya diposisikan untuk menyediakan basking spot 32 derajat Celcius pada satu daerah di habitatnya. Habitatnya juga sebaiknya dilengkapi dengan lampu fluorescent spektrum penuh untuk memberikan UVB. Sumber UVB diperlukan untuk sintesa Vitamin D3 yang diperlukan dalam metabolisma kalsium. Lampu Mercury Vapor juga dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan akan kehangatan dan sinar UV. Tanaman air atau tanaman plastik dianjurkan untuk memberikan rasa aman dan tempat persembunyiannya.

Pemeliharaan Luar Rumah (Outdoor)

Habitat anti pemangsa memberikan bermacam keuntungan dibanding akomodasi dalam ruangan dan sebaiknya dipikirkan sebagai pilihan di cuaca yang hangat.
Kolam dapat dibuat di lingkungan yang aman untuk membuat habitat luar rumah lebih nyaman. Kolam yang lebih besar dapat memakai filter untuk memberikan tempat tinggal yang spetakuler bagi kura-kura anda.

Makanan

Hati-hati jangan memberi makan yang berlebihan. Untuk kura-kura dewasa dianjurkan hanya memberi makanan 2 sampai 3 kali perminggu dan setiap hari atau setiap dua hari untuk kura-kura anakan yang sedang tumbuh cepat. Slider akan mengkomsumsi sayuran, sayuran hijau seperti green mustard, turnip hijau, dandelion, bayam, wortel, zucchini dan tanaman air seperti duckweed, water lettuce, water hyacint dsb. Mereka juga mengkonsumsi serangga, cacing, dan ikan. Banyak makanan kura-kura komersial yang ada di pasaran sudah menjadi makanan yang sangat baik untuk kura-kura slider.
Suplemen

Suplemen kalsium tambahan sangat penting. Kalsium bubuk dapat ditaburkan di makanan. Pemeliharan dianjurkan menggunakan suplemen kalsium dengan vitamin D3 jika hewannya dipelihara dalam ruangan(indoor) dan kalsium tanpa vitamin D3 jika dipelihara di luar rumah(outdoor). Penyediaan tulang sotong(cuttlefish bone) juga dianjurkan untuk dapat digerogoti.

Saturday, September 6, 2008

Pakan Kura-Kura Brazil

Harus kita ketahui bahwa RES adalah binatang omnivora yang oportunistik, dan mau memakan berbagai macam pakan ketika mereka dewasa. RES kecil atau bayi lebih cenderung sebagai karnivora, dan mereka akan tumbuh dengan pesatnya apabila kadar pakan mereka 20-50% -nya mengandung protein. Tapi makanan yang diselingi tetap cara yang terbaik, usahakan jangan sampai satu jenis makanan mendominasi setengah dari jenis pakan mereka. Seiring mereka dewasa, makanan mereka pun berubah. RES muda lebih cenderung karnivora atau senang serangga, ikan kecil, dan enis daging lainya, waktu mereka dewasa/makin tua kecenderungan pakan mereka jadi herbivora (tapi tetap suka daging). RES muda bisa diberi makan setiap hari, dan yang tua bisa lebih jarang lagi (sekitar 5-7 hari).

Memperkenalkan pakan baru pada RES
Misalkan kita terlanjur ngasih makan satu jenis makanan untuk waktu yang agak lama, dan kita mau ganti /selingin pakannya, atau kalau kita baru beli RES itu dari toko. Biasanya mereka tidak langsung mau makan pakan yang kita kasih, karena mereka belum mengenalinya sebagai makanan. Hal yang harus dilakukan adalah, sodorkan pakan baru itu kepada mereka selama seminggu. Selama pengenalan ini, jangan berikan mereka pakan rutinnya kecuali sedikit. Pertama kali kita ngasih pakan baru itu jangan terlalu banyak, karena pakannya belum tentu dimakan dan hal itu Cuma bakal ngotorin air.

Jadwal pemberian makan
Kalau di alam liar, mereka punya jadwal alami untuk mencari makan, tapi di kolam/akuarium kita yang pegang kendali atas hal itu. Seperti saya sebutkan sebelumnya, RES kecil sebaiknya diberi makan setiap hari, sedangkan yang besar bisa dalam interval yang lebih lama. Nah saya pribadi waktu merawat RES saya yang kecil saya jadwalkan makan mereka itu dua kali sehari, pagi dan sore. Setiap sesi pemberian makan, saya suapi mereka dua anak ikan mas dan juga pakan kura-kura/ikan hias dari toko. Jadwal pemberian makan ini penting kiranya, karena berhubungan langsung dengan tingkat pertumbuhan mereka nantinya. Beri makan kura-kura Anda selama selama mereka masih mau makan selama sepuluh menit, lewat dari itu hentikan pemberian makan (walau mereka masih keliatan lapar dan meminta makanan).

Jenis Pakan
RES termasuk reptil Omnivora yang memakan baik itu daging maupun tumbuhan. Kecenderungan mereka adalah: Karnivora di waktu kecil, herbivora setelah mereka dewasa. Tidak semua makanan (baik sayuran maupun daging) baik buat mereka, maka dari itu saya coba me-list apa yang disarankan dan apa pantangannya beserta sebabnya.

Daging:
Binatang-binatang hidup sangat dianjurkan menjadi pakan RES kecil, karena itu bisa menjadi sumber protein yang baik, dan dapat menunjang pertumbuhan kura-kura yang baik dan sehat. Jangan jadikan daging sebagai pakan khusus, jadikanlah mereka sebagai salah variasi makanan seperti pakan yang lainnya.

- Anak ikan mas
- Anak lele
- Himpun (gupy/cere)
- Keong air
- Cacing sutra
- Cacing tanah
- Jangkrik
- Larva nyamuk (buat yang masih kecil)
- Udang (dianjurkan sungut/kepalanya dibuang lebih dulu)
- Cicak (gue selalu pengen nyoba, tapi gak tega)

Jangan atau sebaiknya jangan :
- Daging ayam, baik masak apalagi mentah. Karena ayam mengandung Salmonella, bakteri yang membuat RES anda sakit (dan kemungkinan menular pada manusia).
- Daging sapi atau babi. Daging mahluk ini terlalu berlemak buat mereka
- Cacing Tubifex atau ikan beku / mahluk hidup yang dibekukan lainnya. Kemungkinan pakan-pakan tersebut mengandung kadar Thiaminase yang tinggi dan bisa menyebabkan penyakit kekurangan thiamin (Thiamin deficiency).

Sayuran :
Untuk muatan vitaminnya, mereka butuh sayuran dan buah-buahan. Sering-seringlah beri makan mereka dengan sayuran atau buahan ini, agar mereka tumbuh menjadi RES yang sehat dan bahagia :. Berikan mereka campuran sayuran yang dipotong-potong seminggu sekali.

Buah:
- Anggur
- Belewah
- Blackberry (buat intermezzo)
- Stroberi
- Apel
- Jeruk
- Blueberi
- Pisang

Lalapan:
- Daun lobak
- Selada merah
- Dandelion
- Pucuk wortel
- Daun ara
- Daun anggur

Sayuran:
- Labu
- Kentang manis
- Kacang-kacangan
- Potongan wortel
- Tomat

Tanaman air:
- Water Hyacinth (sejenis bunga bakung air)
- Water lilies
- Elodea
- Duckweed

Jangan atau sebaiknya jangan :
- Selada dan Seledri. Dua tanaman ini hanya mengandung sedikit nutrisi dan serat yang berguna. Beri ini hanya untuk sekedar iseng setelah mereka makan pakan utamanya.
- Bayam, lobak, kelembak. Mereka mengandung kadar suatu zat (oxalic acid) -yang dapat menghalangi penyerapan kalsium- yang tinggi. Sayuran ini bisa menyebabkan RES kekurangan kalsium, bahkan jika mereka sudah diberi pakan yang mengandung kadar kalsium tinggi.
- Kacang polong, kacang, dan jamur. Kacang-kacangan ini harus disajikan tidak terlalu banyak, karena bisa menimbulkan encok atau tersenggal bila diberikan terlalu banyak.
- Cabai, taoge, brokoli. Dalam jumlah yang berlebihan, mereka dapat menimbulkan penyakit dibagian ginjal. Jangan terlalu sering diberikan.
- Tanaman air biasa. Bila anda ingin mendekorasi kolam atau akuarium kura-kura anda dengan tanaman, pastikan bahwa tanaman tersebut tidak beracun. Karena kura-kura peliharaan tidak dapat membedakan tanaman yang bisa dimakan dan yang beracun.

Makanan ‘kaleng’ (makanan peliharaan komersil) :
Sekarang ini pakan kura-kura baru sedikit yang dijual dipasaran dalam negri. Ada dua model pakan kura-kura berdasarkan bentuknya, stick (bentuknya batangan) dan bulat biasa, baik yang baby size maupun adult size. Karena makanan komersil yang khusus buat kura-kura masih sangat jarang, bisa juga digunakan makanan/pelet untuk reptil lainnya (karena pada dasarnya kebutuhan vitamin mereka tidak jauh berbeda). Atau bisa juga Anda berikan pakan ikan hias biasa. Pakan-pakan tersebut telah memiliki kandungan nutrisi yang lumayan memadai untuk membesarkan RES. Makanan komersil ini harus memiliki sekurangnya 35% protein, kalsium, vit A. Makanan kering kucing atau anjing bisa juga dijadikan pakan RES. Tapi jangan jadikan ini sebagai sumber utama protein, karena terlalu berlemak.

Hubungan makanan dan kesehatan:
Apabila RES atau kura-kura Anda tidak mau makan sebagian / beberapa jenis makanan yang Anda sodorkan, tetapi masih makan yang lainnya, berarti RES Anda masih sehat-sehat saja, dia Cuma nggak suka makanannya. Tapi kalo RES tersebut tidak mau makan SEMUA jenis makanan yang disediakan buat dia (selama 3 / 4 hari) ada kemungkinan dia mengalami gangguan kesehatan alias sakit, segera periksa.

Jangan hibernasi-kan (tidak dianjurkan bagi kita yang tinggal di daerah tropis) kura-kura yang kurang makan/kurang terawat, hal itu hanya menyebabkan kematian belaka.

Hubungan makanan dan warna :
Sudah umum, bahwa warna dari corak-corak RES yang dipelihara para hobiis cenderung memudar seiring menuanya RES. Hilangnya kecemerlangan warna ini, termasuk memudarnya pigmen kuning dan merah, adalah efek dari kurangnya pemberian pakan yang mengandung nutrisi untuk pigmen dalam makanan mereka. Mem-variasikan makanan pewarna ikan hias lainnya akan dapat membantu RES mempertahankan warna mereka. Memberikan jenis sayuran/tumbuhan yang mengandung pigmentasi warna kuning dan merah juga dapat membantu menjaga warna RES.

Suplemen Vitamin :
Jika RES anda telah diberikan pakan yang tepat, maka suplemen vitamin tidak begitu diperlukan lagi. Banyak ahli yang menyuplai tambahan suplemen kalsium dan vitamin D3 bagi RES kecil mereka (silahkan cari suplemen untuk reptil ini di petshop terdekat). Cukup berikan suplemen ini dua kali seminggu (RES kecil) dan sekali seminggu bagi RES yang sudah dewasa. Sangat dianjurkan untuk menambahkan suplemen kalsium atau Vit D3 bagi RES betina yang hendak bertelur, berikan sekali atau dua kali seminggu selama musim bertelur. Pemberian suplemen kalsium dan vit D3 yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan tempurung yang tidak normal dan masalah lainnya bagi yang dewasa.

KALSIUM :
Kura-kura memutuhkan kalsium untuk membangun tulang dan tempurung yang sehat.

VITAMIN D3 :
RES dapat memproduksi D3 bila mendapatkan pancaran sinar UV-B (langsung berada/berjemur dibawah sinar matahari, tanpa pengahalang). Kandungan kalsium (baik dalam makanan maupun suplemen tambahan) tidak akan banyak manfaatnya jika RES kekurangan vitamin D3 ini. Dan kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan penyakit radang tulang / pertumbuhan tempurung dan tulang yang tidak sempurna.

VITAMIN A :
Jika kekurangan vitamin ini, akan menyebabkan hilangnya nafsu makan, mata yang menonjol dan berair. Gejala-gejala tadi masih bisa disembuhkan atau dicegah dengan memvariasikan makanannya. Apabila kelebihan vitamin A, akan menyebabkan kulitnya terkelupas sehingga daging bagian dalamnya terlihat (bukan seperti ganti kulit, jadi kulitnya mengelupas tanpa meninggalkan kulit baru, tidak jarang hal ini menyebabkan kematian pada kura-kura).

Hal lain menyangkut pemberian makan RES :
” Jangan kelewat banyak ngasih makan mereka. Bisa terjadi ketidak-seimbangan antara pertumbuhan tubuh dan cangkangnya, kalau udah begitu, betapa tersiksanya mereka.
” Jangan beri mereka gorengan (seperti bala-bala, tahu isi dsb).
” Jangan beri mereka makanan yang terlalu berlemak, seperti ham, daging babi dll.
” Utamakan pakan alami, gunakan pakan ‘kalengan’ sebagai selingan.
” RES termasuk Kura-kura air, dan kura-kura air hanya bisa makan di dalam air. Jika mereka mendapatkan makanan di darat, mereka akan segera membawanya ke genangan air terdekat untuk kemudian memakannya.
” Bereksperimenlah dengan berbagai macam makanan. Entah itu dari jenis daging, sayuran makanan kaleng, tapi sebelumnya, pastikan dulu pakan-pakan tersebut tidak berbahaya bagi mereka. Be creatif!
” Indikasi kenyangnya RES. Mereka makannya mulai ogah-ogahan (makanan yang ada tidak disentuh).
” Untuk mengetahui apakah kura-kura Anda terlampau gemuk, lihat apakah daging/kulit kakinya menyembul keluar ketika dilipat, jika ya, berarti dia kelewat gemuk kawan, kurangi intensitas pemberian makannya. Kalau terlalu kurus? Lihat di daerah pipinya, seharusnya agak gembung (tembem), kalo cekung berarti dia kelewat kurus, nah perbaikin makannya dan juga jenis pakannya.
” Asyiknya makanan hidup. Selain bisa ngelatih mereka ‘berburu’, makanan hidup juga bisa lebih awet, mereka Cuma dimakan waktu si kura-kura lagi butuh. Dan kadang-kadang bisa jadi perangsang nafsu makan setelah mereka sakit/susah makan. Tapi jangan lengah, perhatikan ketika / sesudah mereka makan mahluk-mahluk hidup ini, RES itu makannya jorok, terkadang ikan mas Cuma dimakan sepotong dan sisanya dibiarin ngambang, terus mereka makan ikan yang laen lagi. Ini bisa ngotorin aer, sarannya, ambil potongan ikan itu dan sodorin ke depan moncongnya, biar dimakan lagi sama dia.
” Untuk RES yang masih kecil dianjurkan untuk diberikan pakan kaleng yang bentuknya bulat bukan stick. Karena hal itu memudahkan mereka untuk menelannya.

—-
*Diramu dari berbagai sumber di internet